Kesayanganku




Selamat petang laki-laki ku yang sedang dimiliki orang lain ☺
Apa kabar? Lama sekali aku ngga ketemu kamu, di jalan. Entah di negeri antah berantah yang sering kusebut hati. Entah di tempat dimana aku sering melihatmu mengantar ibumu belanja. Indomaret. Ya, itu tempat terakhir aku melihatmu dengan kaus hitam dan celana pendek yang casual. Seperti biasa, kamu selalu tampil apa adanya. Rambutmu  nampak tanpa diberi minyak. Entah bahkan mungkin ngga kamu sisir. Selalu seperti itu. Dan itu pula yang selalu membuat orang sepertiku tertarik bak paku yang menempel di magnet. Sulit untuk dilepas.

Apa kabar kamu sekarang? Nampaknya kamu udah ngga cupu kaya waktu dulu kamu sama aku ya? Maksudku, aku barusan lihat avatar twittermu. Dan ternyata si laki-laki kecil yang dulu malu-malu sudah bermetamorfosis menjadi pria tampan dengan jam tangan yang selalu menempel di pergelanganmu. Kamu sudah dewasa ☺

Lalu apa kabar dengan hatimu? Aku dengar kamu sudah punya perempuan yang cantik ya? Maksudku, orang yang sering kamu bicarakan di bio twittermu itu. Pacar baru lagi? Nampaknya, laki-laki kecil yang dulu malu-malu sekarang sudah menjadi pria yang pandai memikat hati perempuan disekitarnya ya. Aku ikut senang ☺

Banyak yang berubah sejak hari itu. Aku masih ingat sewaktu kita masih satu sekolah. Hari itu adalah hari-hari kosong setelah kita menempuh Ujian Nasional. Aku dan teman-temanku selalu berkumpul dan bersua bersama di tempat sesuka mood kami. Hari itu entah hari apa, sepertinya cupid sedang mengintai kita berdua. Aku duduk di depan pos satpam, tepat di samping gerbang sekolah. Dan seperti biasa, bersama teman-temanku lainnya. Aku sedang asyik memakan permen lollipop milkita. Kebetulan itu permen tersayangku. Kamu juga tahu itu kan ☺

Ternyata ya, cupid itu ngga pernah salah melepas panahnya. Kamu yang masih cupu dan malu-malu itu lewat di depanku bersama teman-temanmu. Kamu melirikku sambil tersenyum. Aku membalas pandangan. Dan apa yang terjadi yang selalu membuat aku ketawa setiap mengingat hari itu? Ya, kamu buru-buru membalikkan muka, dan temanmu men-cie-cie kamu. Aku dan teman-teman pun ikut tertawa melihat tingkahmu. Dan, aku suka hari itu. Aku senang hari itu pernah terjadi ☺

Dan semenjak hari itu, kita jadi dekat. Kamu selalu mengirim pesan singkat kepadaku. Yang entah darimana, dari siapa kamu peroleh nomor handphoneku. Aku selalu bercanda. Kita bisa membuat banyak tawa selama itu. Aku ingat pembicaraan kita tentang permen milkita:

Aku      : “Aku pengen beli milkita. Tapi tadi tempat mbak kris habis. Hu”
Kamu   : “Tadi masih dua tak beli :p”
Aku      : “Yah. Tau gitu aku minta.”
Kamu   : “Ya tadi mau buat kamu satu e, kamu malah tak baleni udah ngga da.”
Aku      : “Ngga bilang. Aku dah pulang. Hehe”
Kamu   : “Tak makan sendiri deh :p”
Aku      : “Nakal”
Kamu  : “Haha, besuk kalo aku dah sukses. Kamu minta sepabriknya ja tak beliin. Yang semua    rasa cokelat :)”

Sampai akhirnya, aku dan kamu melebur jadi kita. Tanggal 9 September 2011. 

Ya, masa lalu memang ngga bisa keulang. Sekarang, aku punya aku. Kamu punya kamu. Ngga ada lagi kita yang punyaku dan punyamu. Kita yang selalu bertingkah konyol, menyenangkan dan ngga terlupa. Aku senang bisa pernah jadi bagian dari senyum kamu, canda kamu, kelucuan kamu bahkan kecupuanmu dulu. Jaga baik-baik diri kamu ya. Jaga baik-baik orang yang sering kamu bicarakan di bio twittermu itu. Jangan disakitin. Jangan bikin dia nangis. Kamu orang yang baik, kamu juga harus dapet perempuan yang baik. Aku sayang kamu kecil hahaha :')))

sumber foto: http://s9.favim.com/orig/131118/couple-love-romance-vespa-Favim.com-1073071.jpg




0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman