Capek



Capek. Ketika semua pekerjaan harus dilakukan bersamaan, tidak bisakah satu persatu antri menunggu gilirannya untuk terjamah?

Capek. Ketika setiap hariku harus dikejar oleh kegiatan-kegiatan yang sudah sejak kecil dilakukan. Sekolah. Hm. 
Sebenarnya, 13 tahun bersekolah itu bisa membuat kita apa? Menjadi sukses? Tidak ada yang bisa menjamin. Kadang seperti itulah pemikiranku. Kolot ya.

Capek. Setelah pemikiran kolot itu aku harus menasehati diri sendiri bahwa sekolah itu bukan soal jaminan untuk sukses di masa depan. Bukaaaaaan. Ini soal bagaimana seseorang belajar agar bisa diterima di masyarakat luas. Mau jadi apa kamu besok kalau tidak punya bekal ilmu? Kamu hanya jadi bola sepak buat masyarakat di sekitarmu. Dianggap remeh. Menyakitkan.

Capek. Harus selalu meredam ego, meredam keinginan, meredam ambisi dan meredam segalanya yang orang tua kita tidak ijinkan. 

Capek. Ketika kita berusaha menjelaskan argumen kita kepada orang tua kita namun mereka tidak pernah mau menerimanya. Kita selalu dianggap remeh. Anak kecil.

Capek. Ketika harus berpura-pura baik-baik saja di depan banyak orang, padahal sebenarnya di dalam batin kita sedang berlarian anjing-anjing pemakan bangkai. Menyakitkan.

Capek. Harus selalu bersabar menghadapi alam yang sedang keras, manusia-manusia yang hanya bertabiat baik saat mereka memerlukan jasa kita.

C.A.P.E.K. 17. April. 2013


sumber foto: http://favim.com/

0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman