Digital Love [140 Karakter dan Kamu]


Aku menulis ini dengan banyak kode yang kuupayakan agar setiap orang yang mengenal aku dan/atau kamu tidak mengetahuinya. Aku sedang berusaha menepati janjiku.
-----
Sampai sekarang aku belum bisa melogika kenapa hanya lewat dunia maya saja kharismamu bisa sesampai itu kepadaku. Kenapa hanya berawal dari saling-follow saja, aku bisa se-terdorong begini untuk berkenalan dengan kamu. Dan, kenapa hanya lewat tulisan 140 karakter, kamu bisa memperlihatkan sifat aslimu yang sangat unik itu. Dunia cukup aneh untuk kita berdua. Sepertinya....
-----
Awal 2013 yang membuat aku sempat mengenalmu, lewat 140 karakter itu. Kita sempat bercanda-canda dalam 140 karakter itu dan aku menganggap itu semua hal biasa. Suatu kali aku menyapamu 'selamat pagi' dan kamu menjawabnya. Lalu kita saling mengobrol, tertawa dan semua dalam tulisan. Suatu kali lagi kamu diam dan mengabaikan percakapan-percakapan kita, kemudian kamu menulis lagi 140 karaktermu dengan bahasa sedih, sepertinya tulisan-tulisanmu selama ini selalu berisi kode-kode untuk seseorang dari masa lalu kamu. Padahal, ada seseorang di belakang layar yang selalu bersedia kamu tulis tanpa kode-kode yang tidak penting itu.
 
Ketika ketertarikanku kepada kamu semakin menjadi, kamu malah semakin sibuk dengan 140 karakter dan kode-kodemu itu. Se-sempurna apa sih "dia" yang selalu kamu tulis itu? Aku tahu kita belum pernah berbincang secara langsung tetapi kita tidak terpisah beribu kilometer bukan? Aku pernah melihatmu dan kamu pun pernah melihatku. Aku memiliki teman yang juga merupakan temanmu. Kita bisa dekat asal kamu mau terbuka dengan keberadaanku.

Kamu terlalu sibuk dengan masa lalumu, aku pun memutuskan untuk menyingkir dari segala yang menyangkut tentang kamu. Namun ternyata menyingkir itu memutuskan jalan setapak yang telah terbentuk selama ini. Dan aku tahu bahwa menyingkir jelas bukan cara untuk memperjuangkan kamu. Akhirnya aku berjanji untukmu bahwa aku tidak akan menyebut dan menceritakan kamu kepada satupun temanku. 

Aku ingin memperjuangkan kamu sebaik-baiknya, aku berusaha menjadi lebih baik supaya bisa mengalihkan pandanganmu kepadaku. Kamu pikir siapa yang membuatku mau memakai sepatu-sepatu yang membuat jari-jari kakiku lecet? Kamu pikir siapa yang mendorongku untuk berjilbab dan beribadah lebih rajin kalau bukan kamu? Bukankah kamu yang bilang bahwa mahkota perempuan yang paling berharga bukanlah rambut, namun jilbab yang menjaga kehormatannya di hadapan Tuhannya?

Akhirnya, aku berdoa semoga kamu bahagia dengan kehidupanmu, 140 karakter dan kode-kodemu itu. Dan kalaupun suatu waktu kamu menemukan keberadaanku, jangan merubah apapun! Jangan menghindar karena aku tidak akan mengejarmu. Jangan membuat jarak seperti sekarang. Tetaplah menyapaku karena aku hanya akan bilang, "Sekarang kamu tahu rasanya diperjuangkan perempuan jelek." Siapa perempuan jelek itu? Namanya, Ratri.


0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman