Jogjakarta, Kahuripan lan Katresnan



Jogjakarta, Kahuripan lan Katresnan (re: Jogjakarta, Kehidupan dan Cinta Kasih)

Jogjakarta. Daerah Istimewa yang tidak pernah luntur kebudayaannya. Keraton yang terpelihara hingga sekarang, Sultan yang masih akan dihormati sampai generasi setelah, setelah, setelahnya kami. Tugu yang menjadi tolok ukur wilayah DIJ menancap kokoh di bumi Jogjakarta. Malioboro yang menjadi sumber segala kerajinan lokal. Alun-alun yang selalu istimewa setiap waktu. Jokteng yang sangat klasik akan atmosfer tempoe doeloe-nya. Sepanjang Ring Road yang mengukir kenangan. Stadion Maguwoharjo yang menjadi saksi perjuangan merebut kemerdekaan, kini megah dan berwibawa. Ah, Jogjakarta. Aku cinta kamu.

Aku bisa menjadi satu dari sekian manusia beruntung yang berdarah Jogja asli, bisa lahir, tinggal dan dibesarkan di wilayah yang sangat istimewa ini. Aku tidak menyebutnya kota, karena ini bukan kota, tapi "Daerah Istimewa". Aku selalu bangga menyebut nama "Jogjakarta" setiap ada seseorang yang bertanya kepadaku, "Asal dari mana, Mbak?". Ah, Jogjakarta.

Jogjakarta. Seluk beluk wilayah ini sudah dijabarkan di mana saja, di google pun kita mudah mencarinya. Namun, sebenarnya masih banyak hal yang bisa ditelusuri lebih dalam tentang wilayah ini. Banyak daerah yang berpotensi wisata namun belum dijangkau oleh mata wisatawan. Seakan Jogjakarta tidak pernah kehabisan pesona. Ah, Jogjakarta.

Jogjakarta. Segala hidup aku ukir disini. Bagaimana pertama aku melihat dengan mata ke dunia, mengucapkan kata pertamaku, merangkak, melangkah yang pertama, mengayuh sepeda kecil tanpa roda bantu, menulis angka satu, mengeja huruf, melipat kertas, mewarnai gambar, mengenakan seragam putih merah sampai akhirnya sekarang, berseragam putih abu.

Jogjakarta. Pertama aku menemui kehilangan. Pertama aku menyayangi orang lain. Pertama aku jatuh dan bangun sendiri. Daerah yang memang istimewa sebagai saksi perjalanan hidupku dari lahir sampai pulang nanti. Aku ingin selamanya mengabadikan perjalanan hidup disini sampai penaku kehabisan tinta untuk menulisnya.




0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman