The Evening Mustache

sumber foto

Hai, Mister!
Hari ketigaku menulis dua puluh satu kumismu. 
Aku menelanjangi sore itu dengan penuh kemunafikan.
Kau tahu apa yang kurasakan?

Aku tidak bisa menyebutkan satu persatu karena ini membosankan.
Kita persingkat saja menjadi dua kata.
Ketika semua rasaku sore itu disatukan maka hal yang pantas kamu tahu adalah air mata.
Air mata yang memenjarakan batin dan menggelapkan pikiran.

Aku butuh terang untuk mengusir gelap.
Namun terang tidak akan muncul dikala gelap tidak mendahuluinya.
Maka aku tetap bersuka cita meskipun sore menggelap diri.
Dan meski kumis pun akan terburamkan olehnya.

Kumis! 
Hanya sebatas perasaan kumis yang harus dicukur.






0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman