The Painful Mustache




Selamat malam kumis
Ini adalah hari keempatku menulis kamu
Apa kabar hari ini? 
Aku berharap kamu bisa kucukur dengan segera

Aku terbenam di tepian telaga kekecewaan
Menutupi rasa yang bertepuk sendirian
Aku bermain peran sesuai kemampuanku
Dan aku hilang kendali

Belum bisa kulogika tentang sebuah kenyataan
Ini kenyataan yang tidak terharapkan
Kamu begitu rapi menyembunyikan kebejatan
Atau hanya aku yang terlalu menutup diri dengan segala tentang kamu?

Entah

Kamu pecundang
Dua kata yang ingin sekali kugetarkan di telingamu
Brengsek
Kurasa ini lebih cocok untuk mencelamu

Kamu tahu hal yang kau lakukan itu berpengaruh besar kepadaku?
Tidakkah kamu paham dengan semua ini?
Kesempatanku telah pupus untuk bersamamu
Karena hal ini memperjelas bahwa, kamu bukan untukku

Yang telah kau lakukan di hari lalu
Adalah gunting cukur untuk kumis ini
Menggerat seluruh helainya hingga terburai halus
Dan menghilangkannya hingga tak berakar nadi

Terima kasih atas segalanya
Dan segeralah tumbuh kumis yang baru




0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman