Menantang Rasi Bintang* (Bagian 3)


"Tenang sebentar mengendapkan, uraikan simpul kacaunya. Diam sebentar membedakan yang teringinkan dan dibutuhkan. Hidup itu sekali dan mati itu pasti, bisa jadi nanti atau setelah ini." (oleh FSTVLST )


Aku mulai membenahi semua barang-barangku, meyimpan yang telah usang lalu menggantinya dengan barang-barang yang baru saja kubeli bersama Jill. Aku akan segera menjadi anak kerja -yang profesional- seperti yang diharapkan oleh Ibuku. Aku akan siap melepas masa-masa terbaikku, bermain dan bersenang-senang dengan teman-temanku. Tidak apa-apa, semua akan indah pada waktunya. 

 ***
Hari ini aku mulai bekerja kembali, hari pertama di bulan Mei. Aku berusaha semampuku untuk melakukan semua hal dengan benar. Walaupun sebenarnya aku masih amatiran, hanya saja Bosku terlalu menaruh harapan besar padaku. Dia berpikir bahwa aku adalah berlian yang belum dipoles, ya hanya perlu dipoles.

Di sela-sela waktu kerjaku, aku selalu menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan teman-temanku lewat jejaring sosial. Ya, setidaknya untuk menghibur kepenatan. Ternyata menjadi orang dewasa itu sulit. Tapi ketika aku mulai menyerah, aku ingat lagi kalimat yang pernah diucapkan oleh Jill dulu. Setidaknya, sahabat bisa jadi alasan untuk terus berjuang.

Aku tidak memiliki banyak rekan yang bisa kuajak ngobrol tentang hal diluar pekerjaan. Kami hanya membicarakan hal-hal penting saja, sehingga aku merasa kaku berada di lingkungan ini. Namun aku tetap berusaha menjadi senyaman mungkin, karena aku percaya semua kata Jill.

***
"Sam, ini dari Bos buat kamu. Katanya suruh ngeditin yang lebih simple lagi. Deadline akhir minggu ini ya. Kamu nggak perlu lembur, bawa pulang aja, Sam."

Seorang rekan kerja yang masih seumuran denganku, Kelvin memberi sebuah soft file kepadaku tak lama setelah aku selesai membereskan meja kerjaku. Ini sudah pukul lima sore yang artinya jam kerjaku sudah habis. 

"Sepertinya aku belum pernah bikin project yang ini, siapa yang bikin?" Tanyaku.
"Oh, itu anak magang baru beberapa hari lalu masuk. Maklum masih baru."
"Kok aku nggak tau ada anak magang?"
"Dia jarang ke kantor, kerjaan dia bawa pulang."
"Oh gitu. Yaudah nanti aku urus filenya di rumah aja ya. Duluan ya, Kelv."
"Oke. Hati-hati di jalan."

***
Perjalanan pulang tidak memerlukan banyak waktu, terlebih menjelang adzan maghrib begini jalanan akan lebih sepi daripada waktu-waktu lain. Aku sedikit mempercepat laju mobilku agar segera sampai ke rumah. Hari ini melelahkan dan aku ingin merebahkan tubuhku sebentar sebelum menyelesaikan tugas dari Bos. 

Seperti biasa, Ibuku sudah memasak untuk makan malam dan Nenek selalu duduk sembari minum teh di beranda rumah setiap kali aku pulang dari kerja. Pemandangan rutinku di rumah. 

"Aku pulang, Nek."
"Eh cucu nenek, sini Nduk, duduklah sebentar."
"Ada apa, Nek?" Aku duduk di samping Nenek yang masih sibuk menikmati tehnya.
"Ibumu, nenek lihat akhir-akhir ini ada pria yang dekat sama Ibumu."
"Maksud nenek, Me punya pacar gitu?"
"Nenek juga nggak tahu, Nduk. Tapi setiap pulang kerja, Ibumu sering diantar pria itu."
"Nanti Sam tanya sama Me. Sam gak mau punya Bapak baru, Nek."
"Nduk, Ibumu juga perlu pendamping, sama seperti kamu. Setiap perempuan di dunia ini butuh pelindung, tak terkecuali Ibumu. Kamu pun sudah waktunya cari pendamping untuk masa depanmu." 
"Nek, Sam masih 19 tahun. Masih terlalu muda untuk mikirin hal itu."
"Maksud Nenek, kamu perlu pelindung, Nduk. Bukan masalah umur, coba carilah orang yang bisa melindungi kamu sampai saatnya kalian cukup dewasa untuk membentuk keluarga. Ini bulan Mei kan? Akhir Mei ini kamu udah berkepala dua. Coba ubah pola pikirmu," Nenek menasehatiku.
"Ya besok lah, Nek. Kalau jodoh nggak kemana kok."
"Jodoh emang nggak kemana-mana, Nduk. Kalian pasti saling mencari untuk saat ini, kamu dan jodohmu berjalan ke tujuan yang sama dan akan bertemu, asal kalian berjalan setempo pasti ketemunya pas. Nah, pertanyaan nenek, kamu udah mulai jalan belum untuk jodohmu?"


Berjalan untuk jodohku? 





*Interpretasi lagu yang diciptakan oleh Farid Stevy Asta dengan judul yang sama 

0 tanggapan:

Posting Komentar


1. Jangan berkomentar secara SARA maupun SARU.
2. Jangan Berkomentar spam atau iklan bersifat komersial maupun iklan blog.
3. Jangan menjiplak tulisan apapun dari blog saya.
4. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui oleh penulis.

Sekian.
Salam Blogger.

 

Penonton Peran

Mengikuti

Banner Komunitas Blogger Jogja Berhati Nyaman